Assalamu’alaikum
Kemaren pas nonton TV tentang peluncuran film istri untuk suamiku. Sebagai seorang muslim aku miris dan sedih. Bukan karena filmnya, tapi dengan kata-kata pemainnya yang bikin kesel bin gemes. Mereka terang-terangan menolak dan mencela yang namanya poligami. Masya Allah! Kenapa sesuatu yang sudah jelas diatur dalam agama ini kok dicela apalagi ditolak. Inilah salah satu efek buruk globalisasi dan liberalisasi pemahaman.
Memang yang digambarkan didalam film itu nyata terjadi disekitar kita dan real terjadi, tapi sayang sekali, poligami yang digambarkan dalam film itu atau pun yang real terjadi di Indonesia sepertinya tidak Islami banget. Yang diliatin cuma berantem antar istri, Suami yang terus nambah istri, kehidupan yang menurutku sendiri sangat menyiksa batin.
Kenapa tidak pernah memperlihatkan bagaimana poligami yang islami, yang ada adegan sholat malam bersama, bersama-sama ngasuh anak, mengajari anak mengaji, atau yang lainnya. Ya menurutku begitulah jika poligami yang dimulai dan dijalani tanpa dasar pemahaman Islam yang bener. Salah satunya hanya untuk memuaskan nafsu tanpa melihat kondisi pribadi, istri yang pertama, dll.
Sebab jika dilihat, sahabat Rasul saja yang paling dekat dengan Rasul sendiri untuk menambah istri saja jarang yang berani,bukan mereka tidak berani tetapi untuk melangkah kesana perlu pertimbangan yang matang. Contohnya, apakah mampu adil dalam menikah lagi, ada alasan yang memang syar’i untuk itu. Itulah ciri seorang muslim yaitu waro’ (kehati-hatian).
So orang-orang yang menolak poligami bahkan mencelanya. Tolong deh dipikir lagi dan segera bertobat. sebab ini sunah dan juga penjelasannya ada di Al-Qur’an. So dengan mencela dan menolak berarti sudah mencela Al-Qur’an dan menyalahi sunnah. Bisa saja dihukumi Kafir, tetapi selama ini hanyalah kekhilafan dan ketidak tahuan, Insya 4JJ belum dihukumi sampai Kafir. Untuk seorang perempuan, memang hal ini akan sangat dirasa tidak adil atau apa lah. tapi sebaiknya kita tidak perlu mencela bahkan menolak Poligami. Jika kita tidak mau melaksanakannya ya sudah lebih baik simpan dalam hati.
Juga jika sekarang anda seorang Istri dan Suami anda mengajukan menikah lagi. Tanggapilah dengan sikap yang baik, jangan langsung menghakimi Suami anda sudah tidak cinta lagi. Jika pernikahan anda dijalani dengan sama-sama mau membina rumah tangga untuk beribadah kepada 4JJ, Pastilah segalanya bisa didiskusikan. Dan pasti Suami anda bisa mengerti misal dengan keberatan anda.
Dan untuk yang belum nikah or mau nikah. jangan berfikir klo calon anda atau sapalah setuju dengan poligami trus dicap nantinya bakal menduakan anda. Bisa saja dia ingin menegakkan yang hak. Masak sebuah sunnah yang jelas hukumnya ditolak. Mau jadi apa generasi penerus kita jika sekarang saja sebuah sunnah sudah ditutup2i dengan menolak dan mencelanya. Bisa dibayangkan kedepannya bagaimana hasil pemikiran liberal mempengaruhi generasi kita.
Ane sendiri tentu mendukung Poligami tetapi rasanya untuk melaksanakannya sangatlah berat. Mungkin punya satu aja sudah susah untuk menjalaninya.he2 padahal belum nikah. Ntar deh klo dah nikah ku buat blog tentang Indahnya Nikah.he2 ngayal. Mungkin blog yang bakal kubuat tentang Tantangan Masa Kerja.(Doain ya!).Ya udah whatever, yang penting sebagai seorang muslim janganlah kita menutup2i , menolak dan mencela sebuah ketentuan yang telah di atur oleh-Nya. Jangan sampai ajaran ini rusak oleh tangan kita atau kita tidak bisa mencegahnya. Dan takutlah Azab dari-Nya bisa saja datang tanpa diduga-duga.
Bisa bayangkan jika nantinya atau bahkan sekarang ada pemikiran ngapain sih sholat segala, buang2 waktu saja. Yang pentingkan eling (inget) ama 4JJ. Dan masak kita seorang muslim menerima pemahaman seperti ini. Padahal jelas2 Sholat itu tiang agama. Dan sungguh 4JJ sudah memberikan kemudahan2-NYA untuk kita. misal jika kita berpergian ada yg namanya Jama’ dan Qosor atau jika kita sakit kita boleh sholat sambil duduk, tidur bahkan dengan gerakan mata.
Masya 4JJ, betapa 4JJ telah memberikan diskon atau kemudahan begi kita trus kita masih ogah beribadah. Coba dibandingkan dengan nikmatnya, rasanya dengan ibadah seumur hidup saja masih belum cukup untuk membalasnya. Tapi ternyata 4JJ hanya minta kita bersyukur kepada-Nya dengan menjalani apa yang telah ditetapkan dan menjauhi larangannya.
Ane menulis ini dalam keadaan sakit sehingga selalu teringat, ternyata saat 4JJ mencabut sedikit nikmat sehatnya, maka terasa hidup ini terganggu sekali. Semoga sedikit Taujih ini selalu mengingatkan ane pribadi dan antum sekalian akan betapa 4JJ merahmati alam ini tanpa membeda2kan.
Ya Allah, Semoga dengan sakit ini dapat meluluhkan dosa dan pengingat diri yang penuh dosa ini untuk selalu Istiqomah dijalan-MU. Mohon maaf atas salah2 kataku. Yang benar hanya datangnya dari 4JJ dan kekhilafan datangnya dari diriku ini. Sekali lagi mohon maaf.
Wassalam